31 Julai 2023, 08:38

Untuk mendapatkan maklumat terkini, ikuti kami melalui Telegram

Langgan Sekarang

Letih lesu sang wanita di tengah kebun,

Tanah seperti mengalu-alukan peluhnya,

Curahan ketekunannya memekakkan laungan fauna,

Sementara sang suami memungut cebisan kudratnya,

Bagai menatang minyak yang penuh,

Rasa politik telah menjadi puisi.

 

Dengan bulan bergaun menjadi puteri malap kampung itu,

Sehingga derita air mata melembapkan mata inspirasi,

Masih berlumuran luahan mudanya,

Drama selama lima dekad,

Menanggalkan mata kaburnya di setiap cantasan kayu,

Merelakan diri mencintai rezeki di telapak tangan optimistik!

Artikel ini ialah © Hakcipta Terpelihara JendelaDBP. Sebarang salinan tanpa kebenaran akan dikenakan tindakan undang-undang.
Buletin JendelaDBP
Inginkan berita dan artikel utama setiap hari terus ke e-mel anda?

Kongsi

error: Artikel ini ialah Hakcipta Terpelihara JendelaDBP.