Untuk mendapatkan maklumat terkini, ikuti kami melalui Telegram DBPMalaysia
Langgan SekarangOleh: Izz Arrifin
Di rahim kemiskinan engkau bernafas,
Curah kasih tulus ikhlas,
Tiada emas tiada istana,
Hanya senyummu menjadi mahkota.
Cinta mekar dari taman syurga,
Seperti melarnya cinta Adam dan Hawa,
Hasutan dan bisikan menjadi racun,
Runtuhnya mahligai perginya sang pemimpin.
Cinta tiada tara menjadi luka,
Kini berdiri dengan serpihan hati yang lara,
Di bawah langit hilangnya bintang,
Bangkit berjalan tanpa bayang.
Tibanya insan bak panglima agung,
Seperti embun di padang gersang,
Terbuka hati membawa cinta,
Seakan pelangi selepas gerhana.
Bahagiamu laksana bayang berlalu,
Menyambar sisa harapan yang kininya kelu,
Curang menjelma merobek jiwa,
Tersungkurnya jiwamu di lembah derita.
Jiwamu rapuh, hatimu lara,
Namun senyummu utuh bak lilin menyala,
Demi si kecil yang masih tulus,
Kasih tercurah tiada putus.
Di bawah langit yang luas,
Harapan kasih yang tiada batas,
Sehingga akhirnya tubuhmu lelah,
Nafas tersisa kian punah.
Dibawa senja tanpa suara,
Perginya ibu tanpa bicara,
Membawa luka tidak bernisan,
Tersimpan pilu tanpa pesan.
Hanya bayang yang terus hilang,
Di batas waktu tak terbilang,
Namun di hati sang putera,
Dia hidup sebagai cahaya.