Untuk mendapatkan maklumat terkini, ikuti kami melalui Telegram DBPMalaysia
Langgan SekarangOleh: Shahrul al-Muhaffiz
Di sini aku melihat,
terbitnya sang dusta,
pada atma yang mencengkam,
pada sakti yang memilu,
Mana erti sebuah manusia,
membiarkan jasad bermandi darah,
membiarkan rintihan air mata,
jatuh membasahi bumi.
Di kala senyuman menguasai bibir,
di kala syurga dunia menista hati,
ada yang masih mencari erti sebuah adil,
namun taklah dikau pandang.
Pada seribu wajah yang memandang,
melontarkan kata-kata,
seperti seorang wira,
namun semua hanya madah yang berhelah.
Saudaraku,
engkaulah wira,
engkaulah pejuang,
di tanah airmu engkau di cerca,
namun engkau masih teguh berdiri,
Pada seribu wajah yang memandang,
sedarkanlah diri dari ilusi fana,
agar engkau tahu nikmat,
agar engkau tahu saudara mu sedang berjuang.
Dari jauh kuhulur doa,
agar sinar yang kelam kembali terang,
agar cita dan cintamu semakin kuat,
bersamamu jua aku berjuang,
walau cara kita berbeza,
engkau tetap saudaraku.